SUKU IBAN
- Lokasi
- Sistem Religi
- Bahasa
Jumlah penutur bahasa Iban sulit ditentukan secara pasti. Namun dari sembilan kecamatan yang diteliti itu setidaknya terdapat gambaran jumlah penutur bahasa lban itu. Pada tahun 1981 penduduk dari sembilan kecamatan tersebut berjumlah 90.735 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 29.417 jiwa sebagai penutur bahasa Iban. Mereka ini menggunakan bahasa Iban di dalam dan di luar lingkungan keluarga. Selain digunakan dalam kehidupan keluarga sehari-hari, bahasa ini juga digunakan dalam rapat dan acara keagamaan. Akan tetapi dalam acara yang sifatnya resmi dan dalam berkomunikasi dengan orang luar yang tidak dikenal digunakan bahasa Indonesia. Bahasa Iban juga pernah digunakan dalam siaran RRI Stasiun Pontianak setiap hari selama 30 menit mulai pukul 21.30.
- Sistem Kekerabatan
Adat menetap sesudah nikahnya adalah utrolokal, artinya ada yang memilih tinggal di bilek suaminya dan ada yang menetap di bilek istrinya. Memilih tempat tinggal semacam itu berarti juga menjadi anggota bilek tersebut dengan segala hak dan kewajibannya. Ini juga berarti dia kehilangan hak yang semula dimilikinya pada bilek asalnya. Seseorang tidak pernah menjadi anggota dari dua bilek. Anak-anaknya pun menjadi anggota bilek dimana dia dilahirkan. Akan tetapi orang yang kehilangan hak di bilek asalnya itu tidak berarti dia tidak lagi bergaul atau tidak mencintai orang-orang di bilek asalnya. Dia hanya kehilangan hak-haknya atas harta di bilek asalnya. Satu Kelompok orang Iban di Serawak, Malaysia, pernah diteliti secara mendalam dan menghasilkan sejumlah karangan oleh J.D. Freeman, misalnya "The Family System of the Iban of Borneo", The Developmental Cycle of Domestic Groups (J. Goody, Ed.), 1958; "The Iban of Western Borneo", Social Structure in South East Asia (G.P. Murdock, Ed.), 1960.
Keluarga luas bisa menarik garis keturunan dari pihak laki-laki, sedangkan anggota yang lain dari kelompok tersebut menarik garis pada pihak perempuan. Kerabat yang lain ditarik melalui garis ayah maupun garis ibu. Adat menetap sesudah nikahnya juga tidak menentukan apakah sepasang penganting harus menetap di kediaman (bilek) kerabat suami atau isteri.Akan tetapi biasanyasuami ikutmenetap pacta rumah panjang kerabat isterinya. Dengan demikian keluarga luas yang mendiami suatu bilek menjadi kesatuan yang penting dalam kehidupan orang lban. Para anggota bilek yang berasal dari satu nenek moyang tersebut merupakan kesatuan produksi dalam mengerjakan Jadang, melakukan upcara lingkaran hidup dan lain-lain. Merekajuga memiliki harta pusaka yang diwariskan secara turun temurun. Orang yang menjadi warga satu bilek memiliki sejumlah hak dan kewajiban yang sama dengan warga bilek lainnya. Bila seorang laki-laki atau perempuan memutuskan tinggal di bilek isteri atau suaminya, dia akan kehilangan segala hak dan kewajiban atas bilek asalnya.
- Kesenian
Selain itu ada kisah-kisah tentang terjadinya sebuah desa, kisah terjadinya sebuah bukit, cerita tentang nama sebuah patung, dan lain-lain. Para penuturnya biasanya orang-orang tua, kepala adat, panglima perang, namun tidak jarang juga anak-anak muda. Kecempatan bercerita itu adalah pada waktu upacara kelahiran, perkawinan, atau kematian.
Orang Iban juga terkenal dengan hasil-hasil kerajinannya yang indah-indah, misalnya berupa berbagai unsur busana, baik untuk pria maupun wanita, ikat a tau tutup kepala, kalung, gelang, ikat pinggang, baju, kain, yang tersulam dengan manik-manik dengan motif-motif penuh tata warna. Unsur busana itu misalnyaikat kepala wanita (ikat datulu), sumping, kalung pria dan wanita (manikasa), gelang tangan wanita (balukun), ikat pinggang .wanita (sumpai rangkai), baju untuk wantia (baju burik), kain untuk wantia (kain kabo manik), dan lam-lain. Unsur-unsurbusana tadi dipakai dalam upacara adat. Mereka juga memiliki kain tenun sebagai selimut yang dipakai dalam upacara.
- Mata Pencaharian
Mata pencaharian utamanya adalah bercocok tanam di ladang, dengan tanaman utama padi dan jagung. Perladangan dibuka di hutan-hutan yang terletak di sekitar desa. Orang Iban mengenal sejumlah upacara tradisional dalam lingkaran hidupnya, termasuk upacara dalam mengerjakan ladang. Upacara dalam rangka perladangan yang sangat penting adalah upcara sehabis panen. Mata pencaharian lainnya adalah menangkap ikan di sungai. Sekarang, orang Iban yang menetap di daerah perkotaan sudah pula mengenal jenis-jenis pekerjaan lainnya, misalnya berdagang atau bekerja di perusahaan perkayuan.
- Perkampungan
Komentar
Posting Komentar